Puisi,  Sastra

Kopi Khayalan

Gugun Gianatali
Latest posts by Gugun Gianatali (see all)

Kopi Khayalan

Sumber: Pixabay.com

Semerbak aroma menerjang hidungku

Pekat laksana malam gulita

Ku Teguk pelan meresap ke dalam jiwa

Terbangkan anganku ke alam raya.

Tatapan lembut saat kau teguk mesra

Aku tenggelam ke dalam samudera cinta.

Terbayang bersanding di pelaminan

Ucapkan ikrar suci pada Ilahi.

Kakang, ingatkah engkau 30 Juni 2022?

Kau pun bertanya manja padaku

Tentu aku ingat Dinda

Akanku persunting engkau

Di hari kelahiranmu, jawabku.

Bukti cintaku telah kau cicipi

Mahar berlian akan kupersembahkan

Segenap tenaga dan keringatku

Bekal untuk mencukupimu

Aku berjanji tak akan sia-siakan dirimu.

Plak, tepukan halus menerpa pundakku

Sahabat murung seraya berkata

Rangga sudahlah

Gadis pujaanmu kini

Telah dipersunting pria idamannya

Lupakan dan nikmati sisa kopi ini.

 

Pandeglang 2022

Gerimis Pilu

Sumber: Pixabay.com

Alunan gemercik langit di sore yang sunyi

Aku termenung sendiri dalam jiwa yang sepi

Teringat satu dekade lalu bersamamu di sini

Kala itu tawa dan canda senantiasa mengiringi.

Dulu di bawah gerimis yang syahdu

Kau tatap aku penuh cinta buatku terpaku

Tutur katamu untaian sutra dalam Qalbu

Alangkah eloknya paras jiwamu.

Pernahku berikrar

Jaga jalinan suci ini darimu

Sampai aku mampu halalkanmu

Di depan penghulu

Kau pun tersipu malu

Dibalut senyum manis di bibirmu

Pertanda kau pun mau

Aku jadi imammu.

Namun takdir tak berpihak

Kau berpulang begitu cepat

Ditaburi gerimis pilu

Aku payungi kereta jasadmu

Menuju pusara tempat tidur panjangmu.

 

Pandeglang 2022

SAWAH Yang Murung

Sumber: Cendananews.com

Dusunku kering kerontang

Gemuruh buruh cemas meronta

Berharap taburan deras dari angkasa

Basahi petakan melumat retakan.

Hamparan petak telah lama murung

Harap gemercik langit berkenan turun

Rindukan kerbau haluskan wajahnya

Tak sabar buruh lekas menjamahnya.

Tuhan pun iba melihatnya

Mengutus Jibril membuka kerannya

Guyuran turun atas perintahnya

Di sambut syukur agungkan kasihnya.

Genangan sejuk gantikan tandus

Kerbau giat sisiri petakan

Kawanan katak lantunkan nyanyian

Buruh ceria mengais pencaharian.

 

Pandeglang 2022

Bambu Runcing Kenangan

Sumber: Pixabay.com

Kau sebilah bambu pembunuh, meraung penuh amarah

Tegak bergetar, seolah kau tak sabar

Punggawa hujamkan, melumat penjajah

Demi kau kerek, merah putih berkibar.

Runcing matamu laksana pedang

Seruanmu membakar asa pejuang

Hentakkan kakimu guncangkan medan perang

Kau terbang mengoyak, sebabkan penindas tunggang langgang.

Kau adalah gambaran waktu itu

Meski kerontang perbekalan senjata

Sementara perampas semburkan mesiu

Namun, kau nyalakan api di dada terus membara.

Sampai akhirnya kebebasan direngkuh

Merah putih berkibar di matamu

Pekikan merdeka, menggema di seantero nusantara.

Kini, kami simpan engkau di kepala untuk ingatan

Kau simpul perlawanan nan perjuangan

Kau adalah umpama kesatriaan

Sohor angkermu anak bangsa kenangkan.

 

Pandeglang, 2022

Surat Lulus Seorang Murid SMA

Sumber: Bappeda.jatimprov.go.id

Saat kau genggam secarik kertas, terlipat

Ular beracun mematuk otakmu

Demit menggertak, menghantam jantungmu

Tulangmu gelisah, matamu gundah

Otakmu terbius, membeku

Sementara lahar dingin membanjiri lututmu

Burung yang getir menoleh kepadamu

Lemparkan batu tepat di kepalamu

Ah, seketika otakmu mencair, siuman dan

Berbisik pelan pada jemari dan matamu;

“Buka dan bacalah, itu bukan dari Izroil”.

Anggukkan mata diikuti langkah jemarimu

Mereka sepakat membuka lipatannya

Sementara, otak mengusir demit dari jantungmu

Jemarimu memberanikan diri, mengoyak lipatannya

Matamu berucap;  “aku akan tabah, apa pun isi goresannya”.

Lulus, terdengar ejaan pelan dari matamu

Seketika jemarimu terisak tanda haru

Otak berbisik lembut pada jantungmu;

“Berdetaklah, setelah tadi kau terhenti berderu”.

Teriakan kencang bagai badai ribut

Tergema dari lentik bibirmu

Coretan tak bermakna

Kau lukiskan pada putih abu-abu

Namun kau tak tahu

Lulusmu

Dari jerit pilu gurumu.

 

Pandeglang, 2022